Asalamualaikum wr wb
Jumpa lagi guys kali ini saya akan membahas potret bangsa kita yang mungkin kita semua tidak atau kurang mengetahuinya khususnya dibidang ekonomi dan pendidikan so selamat membaca yaa.
Kemiskinan di negara terkaya itulah judul yang mungkin tepat untuk artikel ku kali ini mengenai pendidikan di Indonesia, bagaimana tidak kita hidup dengan alam yang kaya raya menyimak cuplikan lagu Koes Ploes yang berjudul kolam susu berikut ini:
Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupmu
Tiada badai tiada topan kau temuiIkan dan udang menghampiri dirimu
Orang bilang tanah kita tanah surgaTongkat kayu dan batu jadi tanamanOrang bilang tanah kita tanah surgaTongkah kayu dan batu jadi tanaman
Begitulah alam Indonesia di gambarkan begitu kaya dan indah Negara kita tercinta ini. Atau masih kurang percaya kalo bangsa kita itu kaya? Nih saya jelasin deh
Indonesia membentang 5200 km dari Sabang sampai Merauke dan melintang 1.870 km dari Kepulauan Talaud sampai Rote Ndao, negeri ini adalah rumah bagi 248 juta penduduk dari lebih dari 300 suku yang berbicara dengan lebih dari 600 bahasa. Dengan wilayah yang sangat luas dan berpulau-pulau, juga rakyatnya yang sangat berbeda-beda, maka sungguh hebat kenyataan bahwa negara ini bisa bersatu,masih mau engak percaya?
Berbagai penghargaan di tingkat Internasional kita raih,baik dalam bidang SAINS,IPTEK,Maupun OLAHRAGA kita patut berbangga tinggal dan hidup di Indonesia sob !.
Tentu dalam benak kita pernah beranggapan bahwa Negara Indonesia kita sudah mulai maju dan berkembang ke lebih baik di banding saat jaman penjajahan dulu,pernahkah kalian bertanya kepada orang tua kalian tentang bagaimana perjuangan beliau dulu untuk bisa bersekolah? butuh perjuangan yang berat serta mahalnya biaya untuk sekolah dan keperluannya seperti membeli buku,sepatu dll.
Apakah kalian pernah berfikir tentang apakah Negara kita sudah bersatu seutuhnya? Sedikit flashback ke sejarah tentu kalian mengetahui bagaimana kejayaan kerajaan Majapahit pada saat dipimpin oleh Patih Gajah Mada dulu,Patih yang terkenal dengan sumpah Palapa nya itu tidak akan memakan buah palapa sampai semua Nusantara bersatu dan hasilnya wilayah kekuasaan kerajaannya mencapai sebagian afrika selatan tepatnya di pulau Madagaskar wow hebat bukan Indonesia dulu.
Tetapi disamping indahnya alam Negara kita sob tahukah ada teman-teman dan adik-adik kita di daerah pedalaman yang minim akan fasilitas dan kurang perhatian dari pemerintah akan kebutuhan pendidikan terus berjuang dalam menggapai cita-cita mereka,setiap hari mereka menuju ke sekolah dengan jarak yang ditempuh melewati gunung dan bukit tetapi itu semua tidak menyurutkan niat mereka untuk menimba ilmu di sekolah yang sederhana,dan bahkan mungkin bisa di bilang tidak layak karena sudah rusak dan terancam ambruk
Dalam Undang-Undang Dasar 1945 sudah ditetapkan bahwa Negara memprioritaskan anggaran sekurang-kurangnya 20% dari APBN dan APBD untuk kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.
Metrotvnews.com, Jakarta: Pendidikan masih menjadi sektor dengan alokasi dana terbesar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2015. Sebagaimana amanat konstitusi, anggaran pendidikan harus sebesar 20% dari APBN.
Berdasarkan nilainya, anggaran pendidikan pada tahun besok meningkat dari tahun ini. Jika pada 2014, anggaran pendidikan mencapai Rp375,4 triliun, pada tahun besok pemerintah berencana menggelontorkan Rp.404,0 triliun untuk sektor tersebut.
Di antara ratusan triliun itu, pemerintah mengalokasikan anggaran pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Rp.67,2 triliun serta Kementerian Agama Rp50,5 triliun. Selain itu, Presiden juga ingin meningkatkan lagi ketersediaan bantuan siswa miskin dan beasiswa bagi mahasiswa miskin atau yang dikenal dengan Bidikmisi pada tahun besok.
"Akan diprioritaskan untuk meningkatkan akses, kualitas, relevansi, dan daya saing pendidikan, melalui peningkatan dan pemerataan pelayanan pendidikan. Strategi tersebut ditujukan untuk mempercepat pembangunan sumber daya manusia, sekaligus memanfaatkan potensi demografi Indonesia yang produktif," kata SBY dalam Pidato Kenegaraan RAPBN 2014 dan Nota Keuangan, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2014).
Implementasi prioritas anggaran tersebut yakni perbaikan kualitas pendidikan dengan mengembangkan kompetensi pendidik dan dukungan ketersediaan infrastruktur.
Selama periode kepemimpinannya, Purnawirawan Jenderal Bintang Empat itu mengungkapkan, anggaran pendidikan telah meningkat enam kali lipat dari Rp62,7 triliun menjadi Rp375,4 triliun. Sejak tahun pelajaran 2013/2014, dia mengklaim bahwa pemerintahannya terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas akses pendidikan di daerah terpencil, terluar, dan tertinggal.
Sumber: metrotvnews.com
Dengan dana yang begitu banyak, sangat mungkin untuk terlaksananya pemerataan pendidikan di Indonesia.
Tapi faktanya kita bisa lihat sendiri kan? banyak teman-teman kita sob yang masih terlantar di daerah pedalaman karena belum tersentuh enaknya pendidikan yang sesungguhnya,apakah mereka yang juga merupakan bagian dari Indonesia ini harus di diskriminaif kan dengan pendidikan yang kita rasakan. Seperti inilah potret pendidikan kita sob !.
Kita punya SDA yang melimpah kita kaya akan potensi alam tetapi dikelola oleh pihak asing sedangkan bangsa kita hanya diberi sedikit saja selain sudah menghabiskan SDA kita kerusakan alam pun terjadi semisal contoh penambangan yang ada di bumi Papua. Tapi kekayaan tanah Papua itu tidak semuanya bisa dirasakan masyarakatnya berikut petikan ungkapan Gubernur Papua Lukas Enembe soal pembangunan smelter yang tak kunjung dibangun oleh PT. Freeport.
JAKARTA -Gubernur Papua Lukas Enembe menemui Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Kamis (29/1) malam. Dalam pertemuan itu, Lukas menyampaikan penolakan pembangunan smelter PT Freeport Indonesia yang akan dilaksanakan di Gresik, Jawa Timur.
"Semua elemen Papua menolak smelter dibangun di Gresik. Papua ini bagian dari NKRI. Saya didampingi bupati-bupati di papua bertemu presiden. Kita sepakat menolak smelter dibangun di Gresik," kata Lukas usai bertemu presiden, Jumat malam.
Warga Papua, kata Lukas, juga mempertanyakan alasan presiden mengizinkan Freeport membangun smelter di Gresik dibanding di Papua.Ia menyatakan, jika tak dibangun di Papua, Freeport diminta keluar dari wilayah bumi Cendrawasih tersebut. Ia menegaskan jika dibangun di Papua, seluruh ekonomi masyarakatnya akan lebih merata dan meningkatkan masyarakat Papua.
"Kalau tak membangun di Papua, silahkan keluar dari Papua. Seluruh sumber daya alam di Papua hutan, ikan, tambang untuk kesejahteraan Papua. Wajib hukumnya bangun di Papua," tegas Lukas.
Jakarta- Gubernur Papua Lukas Enembe mengklaim kontribusi PT Freeport Indonesia ke pendapatan daerah sampai saat ini minim. Setahun hanya Rp 200 miliar.
"Bagi Pemda Papua, jika ekspor Freeport dihentikan sama sekali itu tidak ada masalah. Pasalnya, kontribusi Freeport kecil sekali," ujar Lukas ditemui sebelum bertemu Menteri ESDM Sudirman Said, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (6/2/2015).Lukas mengungkapkan, pada 2017 pemerintah melarang ekspor mineral konsentrat tembaga. Di mana selama ini Freeport produksi utamanya adalah konsentrat tembaga. Sekarang konsentrat masih bisa diekspor dengan pengenaan pajak atau bea keluar.
"Apabila Freeport tidak segera bangun smelter (pabrik pemurnian), maka pada 2017 mereka tidak bisa ekspor lagi. Dan, smelter mereka wajib dibangun di Papua," tegasnya.Tapi, Lukas mengakui, bila operasi tambang Freeport berhenti beroperasi, ada 15.000 warga Papua yang bekeja di Freeport baik langsung maupun tidak langsung.
"Ini yang harus kita pikirkan, kita cari win-win solution, makanya kami datang ke Menteri ESDM. Tapi kalau berhenti operasi Pemda Papua tidak masalah, karena kontribusi mereka sedikit hanya Rp200 miliar per tahun," tutupnya.
sumber: JPNN dan Detik.com
tuh kan jelas bukan??
Sudahkah kalian bersyukur hidup berkecukupan bahkan bisa dikatakan lebih dari cukup?masihkah kita mementingkan diri kita sendiri dan melihat saudara kita yang di timur hidup dalam kesusahan? Kita bisa bolos sekolah atau bolos kuliah,bahkan tawuran antar pelajar SLTA dan SLTP yang marak terjadi di kota-kota besar lalu menghabiskan masa muda untuk kegiatan yang tidak bermanfaat ? Kemanakah SUMPAH PEMUDA yang kita ucapkan 28 Oktober 1928,.akankah kita menginkarinya?
Apakah semboyan BHINEKA TUNGGAL IKA sudah terlepas dari cengkraman sang GARUDA? kemanakah persatuan kita sebagai penerus bangsa ini kedepan?
Bukalah mata kita lebar-lebar kita yang merasa sudah senang dengan pendidikan yang kita rasakan kita bisa berlaku sesuka hati dengan membolos,tidak belajar,dll. Di lain sisi teman-teman kita di daerah yang masih pedalaman ataupun perbatasan memiliki semangat yang luar biasa dalam belajar meski fasilitas yang kurang memadai,Akan kah kita merasa MALU dengan hal itu?
berikut masalah yg harus dipecahkan oleh pemuda-pemuda sebagai penerus bangsa ini:
1.banyak rakyat yang masih berada di bawah garis kemiskinan
2.anak-anak banyak yang putus sekolah karena mahalnya biaya sekolah
3.pendidikan yang belum merata di sejumlah daerah di Indonesia
4.koruptor yang merajalela di pemerintahan
5.negara kita dalam keadaan darurat narkoba
Akankah kita sebagai penerus bangasa ini akan duduk dengan manis melihat bangsa kita perlahan hancur?
Bangkitlah pemuda Indonesia jangan pernah kalian mengikari sumpah 28 Oktober,dan genggam lah terus BHINEKA TUNGGAL IKA kita bersatu dan berjuang !!!
Ingat kata-kata bung Karno yang Berikan aku seratus orang tua maka akan aku pindahkan semeru tapi berikan aku sepuluh pemuda maka akan ku guncangkan dunia.
Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menumbuhkan rasa kepedulian kita sebagai pemuda yang akan mewariskan bangsa ini.
wasalamualaikum wr wb sampai jumpa di artikel berikutnya..
bner bner ini mh artikelnya.. :-D
BalasHapusini masdim ndri
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus