Assalamualaikum wr wb
Kali ini kita akan bahas tentang realitas hidup yang terkadang tidak sesuai dengan apa yang kita impikan lalu gimana kita menyikapinya? jadi selamat membaca yaa..
Jadi inget dulu guru sejarah SMP pernah bilang “hidup Cuma sekali maka hiasi dengan kesuksesan apabila tidak sukses lebih baik jangan hidup karna hanya akan menyusahkan lainnya”. Sebenernya definisi dari gagal itu menurut KBBI adalah tidak berhasil,tidak tercapai,tidak jadi. Banyak orang mengartikan bahwa gagal adalah akibat dari tidak tercapainya prestasi yang telah direncanakan atau tidak berhasilnya rencana yang telah dibuat. Berarti sebelum seseorang itu dianggap gagal seseorang itu harus lah punya rencana terlebih dahulu lalu melakukan apa yang telah direncanakan dan apabila hasil yang diharapkan tidak sesuai maka bisa dikatakan rencana itu gagal. Lalu bagaimana dengan orang yang belum atau bahkan tidak sama sekali memiliki rencana sebelumnya tetapi diperkirakan mendapatkan hasil yang tidak sesuai dan dapat dikatakan gagal sebelum mencoba?.
Bingung? Oke kita ambil contoh pertama apabila ada seorang pedagang yang menjual baju muslim saat bulan ramadhan menjelang idul fitri telah merencanakan untuk menjual nya memang saat menjelang lebaran agar mendapat untung yang besar tetapi saat dihitung hasilnya dia merugi karena barang dagangannya kalah saing dengan Departemen Store yang menawarkan diskon besar-besaran menjelang lebaran. Pedagang memiliki rencana dan sudah melakukan rencana yang dibuat juga tetapi hasilnya tidak sesuai dan merugi maka bisa dibilang rencana dia gagal. Contoh kedua apabila ada pedagang yang akan menjual baju muslim pada hari biasa bukan menjelang lebaran hasilnya malah akan baik karena Departement Store pada saat itu sedang tidak mengadakan diskon jadi harganya pasti akan jauh lebih murah dan malah untung tanpa rencana malah berhasil mendapat keuntungan. Kenapa pedagang pertama yang telah merencanakan sebelumnya malah gagal sedangkan pedagang kedua yang tidak merencanakan apa-apa malah berhasil?. Sebenarnya gagal atau tidaknya rencana itu dilihat dari mana?.
Dari kecil kita selalu diajarkan untuk bermimpi dan membuat cita-cita saat besar nanti ingin jadi apa bahkan sampai yang tidak rasional sekalipun seperti ingin jadi pahlawan super misalnya hahaha wajar sih namanya juga masih anak-anak. Tapi perlahan cita-cita itu berubah menjadi lebih realistis dengan melihat perkembangan yang ada dan yang sesuai minat dan timbul pertanyaan “sebenernya bakat aku tuh apa sih dan mau jadi apa aku nanti?” tapi terkadang semua itu tidak sesuai apa yang kita rencanakan sebelumnya pernah kan denger istilah terkadang realita tidak sesuai ekspektasi nah kalo sudah begini gimana?. Yang jadi permasalahan bagi setiap orang adalah apabila cita-cita kita tidak bisa terwujud apa sudah pasti hidup kita dikatakan gagal? Tidak.
Yang pasti gagal bukan dilihat hanya dari hasil yang diraih tetapi juga dari beberapa aspek seperti rencana,sumber daya dan proses apabila hasilnya memang tidak sesuai mungkin rencana kita yang kurang matang,mungkin sumber daya yang kurang mampu dan mungkin proses kita yang salah sehingga perlu melihat semua aspek agar didapat hasil yang baik termasuk soal pendidikan. Nah apabila kita ingin bercita-cita tentunya harus lah dipersiapakan dulu kebutuhan agar cita-cita tersebut bisa tercapai misalnya ingin jadi pilot maka kita harus sekolah penerbangan dulu, apa yang terjadi jika kita hanya mampu bermimpi tanpa adanya rencana untuk mewujudkannya? Ya itulah realitas saat ini di dunia pendidikan kita.
Sebagian besar mereka putus sekolah karena biaya padahal mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan salah satu amanat pada UUD 1945 namun hingga 75 tahun kita merdeka masih ada saja adik-adik kita yang tidak bersekolah dan malah diusianya yang masih muda dipagi hari sudah ada dipasar-pasar bekerja menjadi kuli panggul ataupun pekerjaan kasar lainnya yang seharusnya mereka duduk dan menyimak pelajaran dikelas. Apa hidup dan masa depan mereka telah gagal bahkan sebelum mereka rencanakan ingin jadi apa kedepannya karena mereka putus sekolah diusia dini, adil kah itu untuk pewaris bangsa ini kedepannya harus sulit menuntut ilmu bahkan dinegara dimana ia dilahirkan. Ironis memang tapi ini realita nya saat mata kita hanya tertuju pada pembangunan infrastruktur yang besar-besaran tapi disisi lain ada sekolah yang mau rubuh dan tak layak untuk proses belajar mengajar serta akses jalan yang sulit didaerah terpencil untuk menuju sekolah dikesampingkan begitu saja.
“Bapak Anggota Dewan Yang Terhormat lihatlah dengan hati Bapak sekalian dan Jangan melihat dengan mata saja karena mata sekalipun bisa menipu tapi hati selalu berkata benar” –ARH-
Mereka hidup bukan untuk gagal mereka adalah pewaris bangsa ini kedepannya jika impian mereka saja sudah sulit dicapai karena tidak mendapat pendidikan yang layak sedangkan persaingan saat ini semakin berat lalu bagaimana dengan masa depan mereka dan bangsa ini. hanya ada satu yang mereka masih pegang kuat hingga 75 tahun kita merdeka yaitu MIMPI, mimpi mendapatkan pendidikan yang layak, mimpi mendapatkan akses jalan yang baik, mimpi akan para wakil rakyat yang tidak lupa akan janji nya dulu, mimpi untuk Indonesia yang baik yang damai.
Manusia hanya bisa berencana,berusaha dan berdoa memohon kepada Allah tetapi Allah SWT yang berkehendak “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Kuperkenankan bagimu” (QS. Al-Mu’min :60). Percayalah skenario Allah SWT jauh lebih baik dari apa yang tidak kita duga sekalipun jadi buka berarti kita telah gagal tetapi sesungguhnya Allah SWT telah menyiapkan kejutan diakhir nanti jadi yang hanya kita lakukan adalah senantiasa berserah diri dan bersyukur dengan nikmat yang diberikan.
Realita terkadang tidak selalu sesuai dengan ekspektasi. Apa yang kita harapkan belum tentu terjadi bahkan malah apa yang tidak kita rencanakan akan terwujud, manusia memiliki keterbatasan dalam memperkirakan apa yang terjadi kita tidak tau rencana Allah SWT tetapi yang pasti itu yang terbaik tinggal bagaimana kita menyikapi dan mengambil manfaatnya sehingga kita tidak terlalu larut dalam perasaan gagal dan mampu bangkit.
Terima kasih semoga bermanfaat
Wassalamu'alaikum Wr Wb




