-Saat suara rakyat
bukan lagi suara Tuhan-
Assalamualaikum Wr Wb
Setelah lama jarang nulis akhirnya nulis juga walaupun lumayan
berat materi kali ini hehehe bahas politik so selamat membaca yaa...
Saat ini kemudahan akses dalam segala hal membuat semua
ingin yang cepat,tidak repot,awet dan
murah tidak peduli apa efek yang ditimbulkan setelahnya. Semua pasti
pernah makan yang namanya mie instan kan makanan yang kalo dilihat dari segi
harga yang tergolong murah dan penyajian yang tidak membutuhkan waktu yang lama
terus lumayan juga buat ganjel perut pas tanggal tua biasanya ini makanan
idaman ala anak kos hehehe *curhat*.
Nah dari faktor-faktor diatas itulah yang membuat para
pembisnis terus berinovasi menciptakan segala hal yang bisa dinikmati secara
langsung dengan harga yang murah serta cepat dan mudah didapatkan ya contohnya
ada mie,bubur,sambel kaleng dll. Nah terus apa hubungannya antara mie sama
judul sekarang yaitu pemimpin? Apa iya ada pemimpin yang kaya mie bisa instan
begitu? Jawabannya ada tapi yang ini engga bisa dimakan yaaa... Jadi di judul kali ini akan membahas seorang
pemimpin dilihat dari sudut pandang mie,lho..?.
Apa sih pengertian pemimpin itu? Apa hanya orang yang
senengnya nyuruh-nyuruh saja dan sukanya marah-marah sama bawahannya? Apa setiap pemimpin itu terlihat orang yang
hanya bersuka suka saja di dalam jabatan yang dia pegang sehingga bisa
berperilaku juga sesuka-suka nya? Mayoritas kan seperti itu tapi seorang
pemimpin lebih dari itu semua. Pemimpin adalah orang yang mampu menyatukan
beberapa sifat dan keegoisan setiap anggota nya menjadi sebuah visi dan misi
untuk mencapai tujuan yang telah sama-sama ditetapkan. Pemimpin juga harus bisa
memegang amanah rakyat yang telah mempercayakan untuk menjadi seorang Pemimpin.
Itu yang berat, amanah itulah yang akan dipertanggung jawabkan di Akhirat kelak
apakah rakyatmu sejahtera? Apakah rakyatmu merasa aman? Dan apakah rakyatmu
merasa adil? Jadi seorang Pemimpin tidak seindah dan semudah janji kampanye
yang diucapkan, semua ada tanggung jawab dan konsekuensi.
Nah kalo udah tau setiap keputusan dan kebijakan yang
diambil pasti akan berdampak pada rakyat yang dipimpinnya sekecil apapun itu
dampaknya tapi kenapa masih ada saja pemimpin yang tidak amanah mengambil yang
bukan miliknya. Korupsi misalnya, kejahatan ini punya efek yang sangat meluas,
kenapa? Karena dana yang seharusnya diberikan untuk rakyat disalahgunakan untuk
kepentingan pribadinya atau mungkin partai pengusung waktu pilkada lalu. Biaya
politik memang tidak sedikit maka dari itu banyak calon Legislatif ataupun
Calon Kepala Daerah yang gagal dalam pilkada menjadi gila karena terlilit
hutang untuk biaya kampanye dan pencalonannya. Yang lebih menarik lagi
belakangan ini Partai mengusung artis-artis untuk maju dalam pilkada karena
mereka dinilai telah dikenal masyarakat luas sehingga partai tidak kesulitan
dalam mengenalkannya ke masyarakat padahal belum tentu setiap artis yang maju
dalam pilkada memiliki pengetahuan tentang memimpin dan politik kalo udah gini
ya lahirlah namanya pemimpin instan. Kurangnya pengetahuan apalagi pengalaman
dalam memimpin itu bisa dimanfaatkan oleh orang-orang jahat yang ingin
mengambil keuntungan dari semua proyek daerah tersebut tidak mustahil rakyat lagi
yang akan dirugikan. Tapi sekali lagi ini Indonesia pemilihan dilakukan secara
demokrasi rakyat bebas memilih para pemimpinnya sendiri tanpa ada intervensi
dari manapun jadi mulai sekarang rakyat juga harus selektif dan punya
pengetahuan tentang calon yang maju dalam pilkada melihat rekam jejaknya dan
yang pastinya jangan mau sama yang namanya money
politic racun demokrasi yang akan merusak dan merugikan diri kita sendiri
kedepannya apabila memilih pemimpin yang salah.
Lalu kenapa masyarakat kita masih saja mudah terpedaya oleh
janji-janji kampanye itu? Jawabannya adalah karena masyarakat kita masih
memandang sebelah mata pendidikan politik mereka menganggap politik itu rumit,
terlalu tinggi dan bahkan yang lebih bahayanya lagi mereka berpendapat “politik itu urusan pemerintah ngapain
mikirin gituan” wah kalo ini namanya sikap peduli kita buat negara mulai
hilang rasa acuh dan percaya sepenuhnya itu yang berbahaya, bagaimanapun juga
Permerintah memerlukan kontrol dalam menjalankan kebijakannya siapa yang akan
mengawasi? ya pasti tentu rakyatnya sendiri kan Negara kita berkedaulatan
rakyat kalo rakyat nya saja tidak peduli terus gimana dong? Banyak yang masih
kurang suka berita tentang politik dan kalah sama sinetron apalagi drama India
alasannya karena engga paham beritanya sama soalnya tv nya dikuasai ibu gimana
mau nonton berita hahaha. Tapi percayalah pendidikan politik itu sangat penting
sifatnya karena kenapa dengan tau perkembangan pemerintahan saat ini seperti
kebijakan yang dikeluarkan,proses demokrasi dan hukum,perekonomian dll disitu
kita akan tahu mana yang pro rakyat mana yang pro yang lainnya *ahsudahlah*. Remaja
yang merupakan penerus bangsa ini calon pemimpin bangsa kalo masih kurang
peduli sama bangsanya sendiri mau diwarisin kemana apa mau ikut ikutan juga
jadi pemimpin yang kaya mie itu, istilahnya “duduk dulu baru didik”. Bapak Presiden
kan dalam programnya menyuarakan Revolusi Mental wajar karena mental kita terutama
anak muda mulai hilang rasa pedulinya,rasa cinta tanah air merasa acuh terhadap
perubahan bahkan ada yang terlalu terbawa arus perubahan sehingga menghilangkan
jati dirinya. Jadi masih merasa kamu bukan bagian dari apa-apa? YOU ARE THE
FUTURE LEADER
Sedikit mengutip kata dari penyair Jerman Berthold Brecht
“Buta yang terburuk adalah buta politik,dia tidak
mendengar,tidak berbicara dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. Dia
tidak tahu bahwa biaya hidup,harga kacang,harga ikan,harga tepung,biaya
sewa,harga sepatu dan obat semua tergantung pada keputusan politik. Orang yang
buta politik begitu bodoh sehingga ia bangga dan membusungkan dadanya
mengatakan bahwa ia membenci politik. Si dungu tidak tahu bahwa dari kebodohan
politiknya lahir pelacur,anak terlantar dan pencuri terburuk dari semua
pencuri,politisi buruk rusaknya perusahaan nasional dan multinasional.”
Begitu banyak dampak yang dihasilkan dari kebutaan akan
politik termasuk salah satunya adalah lahirnya pemimpin instan yang kurang
mengerti cara memimpin apalagi sampai hanya sekedar ikut-ikut saja lalu
dimanfaatkan sebagai boneka siapa yang jadi korbannya ? RAKYAT.
Pemimpin yang seperti ini sudah pasti bukan lagi pemimpin
yang pro rakyat karena ia sudah dikendalikan seperti boneka segala kebijakan
nya hanya menguntungkan satu sisi termasuk dalam segala hal dan rakyat sebagai
pemegang kekuasaan yang sesungguhnya hanya bisa diam dan meratapi katanya suara
rakyat itu suara Tuhan tapi kenapa suara kami saat ini kalah. Sudah tertutupkah
hati anda sehingga suara Tuhan pun anda acuhkan?
Mulailah belajar dari kesalahan saat ini untuk hasil baik
kedepannya dan pilihlah Pemimpin bukan
hanya dari janji yang diucapkan sudah cukup pembodohan yang mereka berikan. Tidak
ada kata terlambat selama kita masih mau memperbaikinya.
Sekian artikel kali ini semoga bermanfaat
Wassalamualaikum Wr Wb

