Kamis, 02 Juni 2016

Ketakutan KU



Assalamu’alaikum Wr Wb

Kali ini akan membahas topik ketakutan jadi selamat membaca ya....
Saat sedang menonton film horor apa yang kamu rasakan rasa takut kah? Saat kamu menonton film drama apa yang kamu rasakan rasa sedih kah? .

Dalam hidup semua orang punya tujuan, punya mimpi yang harus dicapai karena dalam diri manusia itu sendiri memiliki kehendak untuk mendapatkan sesuatu yang mungkin itu berhubungan dengan kepercayaan diri,perkembangan pribadi ataupun juga ketenangan batin. Semua manusia selalu berusaha untuk berusaha mewujudkan tujuan itu hidup tanpa tujuan manusia hanya seperti 

”kapas yang terbang ditiup angin dan hanya
mengikuti arah angin tanpa tau
akan berhenti dimana.”

Banyak mungkin diantara kita menyerah dan mengeluh saat ingin mewujudkan tujuan itu,dan malah merasa apa yang ingin diwujudkan begitu berat hambatannya dan kemudian berhenti. Padahal itulah sifat alami tujuan membawa kepada wilayah baru yang sebelumnya belum pernah kita duga,membawa kepada ketakutan dan keraguan pada diri sendiri tentang tujuan itu. Keraguan dan ketakutan itu sendiri lah yang menjadi virus dan hambatan dalam mencapai tujuan,point terpentingnya adalah bukan bagaimana cara menghindari ketakutan itu sendiri tapi adalah bagaimana kita dapat mengambil keputusan yang tepat saat mengahadapi hambatan-hambatan itu.

Definisi ketakutan itu sendiri adalah suatu tanggapan emosi terhadap ancaman serta mekanisme pertahanan hidup dasar yang terjadi sebagai respon terhadap suatu stimulus tertentu,seperti rasa sakit atau ancaman bahaya. Para ahli psikologi juga menyebutkan bahwa takut adalah salah satu dari emosi dasar manusia selain kebahagiaan,kesedihan dan kemarahan. Ketakutan berbeda dengan kegelisahan jika ketakutan adalah adanya suatu perilaku spesifik untuk melarikan diri dan menghindar,sedangkan kegelisahan adalah hasil dari persepsi atau asumsi-asumsi pribadi yang membayangkan akan hal-hal buruk yang kemungkinan akan terjadi. (wikipedia.id)



Sedangkan secara moral ketakutan itu sendiri adalah bayangan akibat perilaku yang telah terjadi dan menimbulkan rasa trauma sehingga menganggap hal itu berbahaya dan harus dihindari dengan alasan apapun. Tak ada ada yang mendorong kita untuk berlindung atau menghindar dari bahaya kecuali rasa takut. Tak ada yang mendorong kita untuk berupaya mencari dan memperoleh keselamatan di dunia maupun akhirat kecuali juga rasa takut terhadap azab Allah. Maka apa jadinya jika Allah tidak mengkaruniai rasa takut pada diri kita? Tentu saja akan dengan mudahnya kita terlena dalam kenikmatan sementara didunia ini dan malah terjerumus dalam siksa neraka dan perbuatan yang mengantarkan kepada kesengsaraan maupun penderitaaan di akhirat.

Allah SWT berfirman di dalam surah Ali Imran ayat 175
“...Maka janganlah kalian takut kepada mereka,tetapi takutlah kepada-Ku jika kalian orang beriman.”

 Terus apa sih sebab-sebab yang bikin kita takut selama ini?
Ketakutan itu sendiri dibagi menjadi beberapa tingkat Tingkat pertama adalah ketakutan terhadap apa yang terjadi pada diri sendiri seperti:
-          Penuaan
-          Sakit
-          Meninggal dll
Rasa takut itu sendiri akan melebar ke seluruh area hidup dan lambat laun akan mempengaruhi cara berfikir kita yaitu ketakutan pada Tingkat ke kedua adalah rasa takut yang ditimbulkan akibat pikiran kita sendiri seperti:
-          Ditolak
-          Kegagalan
-          Ditipu dll
Dalam tingkat ini rasa takut sudah hampir setengah menguasai diri dilihat dari tingkah laku yang mulai berbeda atau bahkan mulai ragu-ragu dikarenakan bayangan kegagalan yang selalu difikirkan sehingga takut untuk mengambil keputusan.
 Dan pada tingkat terakhir atau tingkat ketiga adalah rasa takut tidak bisa menerima segala hal. Takut pada level ini sudah fatal dikarenakan rasa takut yang berlebihan sehingga malah bersifat irasional dan sudah tidak adanya kepercayaan diri untuk hidup apalagi mengambil keputusan. Rasa tidak bisa menerima segala hal yang telah atau akan terjadi ini menyebabkan kita buta akan takdir yang telah ditentukan oleh Allah SWT dan selalu merasa takut jika pada suatu hari kemungkinan yang buruk akan terjadi baik pada tubuh yang semakin menua ataupun kegagalan dimasa depan akibat dimasa ini kita belum maksimal dalam mewujudkan tujuan itu.

Jika diatas rasa takut itu diidentikan dengan sesuatu hal yang bisa membuat hidup kita menjadi negatif. “Kenapa harus ada rasa takut dan mengapa diciptakan rasa takut ?”
Dari ketiga tingkat takut diatas dapat kita ambil pertanyaan ”lalu takut yang bagaimana yang diperbolehkan?”.
Dan “bagaimana membuat rasa takut yang negatif itu menjadi takut yang positif?”.


 
Dimulai dari “Kenapa harus ada rasa takut dan mengapa diciptakan rasa takut ?”
Alasan kenapa harus ada rasa takut adalah manusia itu memiliki sifat tidak pernah merasa puas *setuju* setelah mendapat sesuatu hal yang menjadi keingginannya tentu dia ingin sesuatu yang lain lagi begitu seterusnya. Nah rasa takut dibutuhkan untuk membatasi ego manusia ini, semisal contoh tubuh manusia memiliki batas kemampuan semakin bertambah umur maka akan bertambah tua nah apabila jika tubuh sudah tua beberapa organ tubuh tidak akan bisa maksimal dalam melakukan kegiatan.  Ini masih takut pada Tingkat 1 yaitu takut yang terjadi pada diri dalam hal ini menua. Bayangkan jika manusia tidak bisa menua dan awet muda apa yang dia takutkan toh” tubuh saya masih sehat saya akan mengejar semua tujuan itu tanpa ada hambatan apapun”, manusia akan bertindak sesukanya tanpa ada batasan dia tidak ingat akan kematian dan tidak ingat akan adanya kehidupan lagi setelah ini hidupnya akan terus terpacu untuk mengejar dunia. Jika manusia tidak memiliki rasa takut akan sebuah kegagalan maka dia juga tidak akan menyiapkan rencana untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang terjadi akibat perbuatannya jadi manusia akan bersifat apatis dan bertindak tanpa kontrol. Allah SWT menciptakan rasa takut sebagai batasan dalam diri manusia agar senantiasa mengingat jika kemampuan manusia memiliki batas,memiliki tujuan akhir yang harus dipenuhi dalam tugasnya sebagai makhluk ciptaan-Nya,tidak bertindak yang dapat merusak apalagi membunuh sesama mahkluk Allah SWT. 

“Takut adalah batasan tapi bukan sebuah penghalang.”
(ARH)

Yang kedua ”lalu takut yang bagaimana yang diperbolehkan?”.
Kalo jawab pertanyaan ini kita harus tau dulu apa tujuan manusia diciptakan .
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaku.” (Q.S Adz-Dzariyat:56)
Manusia diciptakan agar bisa menjadi manfaat bagi sekitarnya memberikan kontribusi positif dan senantiasa melakukan hal hanya semata untuk beribadah ya karena itu tujuannya. Tapi seringkali kita melenceng jauh dari tujuan itu karena apalagi kalo bukan rasa takut yang mulai hilang dan beranggapan bahwa hidup ini hanya sampai disini setelah ini selesai faktor inilah yang membuat angka kematian akibat bunuh diri semakin tinggi berfikir pendek tanpa jangka panjang yang terjadi kedepannya. Contohnya saat kita akan mengerjakan ujian nasional kita selalu takut jika nanti tidak lulus ketakutan itu semakin menjadi-jadi ditambah dengan persiapan kita yang kurang matang dalam mengahdapi ujian itu. Pernah kah kita takut pada kematian?  yang sudah pasti setiap yang bernyawa akan merasakannya, tanpa membawa sesuatu apapun dan tanpa ada kontribusi saat masih hidup. Disinilah pentingnya rasa takut menciptakan batasan saat tujuan yang kita lakukan melenceng dari tujuan semula. Takut jika tidak bisa memberikan kontribusi dalam hidup dan hanya menjadi yang biasa-biasa saja. 

Yang ketiga “bagaimana membuat rasa takut yang negatif itu menjadi takut yang positif?”.
Takut negatif adalah saat dimana rasa takut yang malah menghambat kemajuan kamu untuk dapat mencapai target yang kamu siapkan. Takut ini hanya menjadi bayangan negatif akan kegagalan rencana yang dibuat  padahal belum dicoba dilakukan semisal siswa takut tidak lulus UN akibat bayangan mereka apabila tidak lulus UN maka berakhir sudah dan sia-sia apa yang mereka lakukan selama 3 tahun belajar. Padahal masa depan bukan hanya ditentukan dari UN saja lho ada faktor-faktor lain namun terkadang kita hanya melihat sisi depan tanpa melihat sisi lainnya.
Lalu gimana cara merubah takut negatif ini yang setiap orang pasti merasakan?.
Adalah dengan terus merubah mindset kita bahwa semua hal tidak selalu dinilai dari satu jalan yang apabila jalan itu gagal maka gagal sudah semuanya, tapi dimana ada kemauan untuk merubah nya disitulah akan ada jalan. Takut yang positif adalah saat ketakutan mu untuk sesuatu yang lebih besar dan memiliki dampak yang besar juga terutama bagi masyarakat jadi kenapa engga mulai dari sekarang mulai bekerja untuk masyarakat yang saat ini memerlukan sebuah perubahan?.

“Jangan biarkan ketakutanmu akan dunia menguasai
dan menghalangi niatmu untuk akhirat”.
(ARH)

Semoga bermanfaat ya terima kasih. ^_^

Wassalamu’alaikum Wr Wb

Sabtu, 07 Mei 2016

Negara Agraris Yang Kekurangan Beras



Assalamu’alaikum Wr Wb udah lama engga nulis hehehe kali ini kita akan bahas masalah pangan di Indonesia so selamat membaca yaaa..
Gemah Ripah Loh Jinawi Toto Tentrem Karto Raharjo pernah engga dengar ungkapan itu ? ya begitulah gambaran keadaan alam Indonesia kita. Gemah ripah loh jinawi berarti (kekayaan alam yang berlimpah) sedangkan  toto tentrem karto raharjo (keadaan yang tenteram)  tapi seakan makna itu telah lama pergi dari Bumi Pertiwi. Masihkan alam kita kaya dan berlimpah seperti dulu jika pun masih ada mungkin bukan milik rakyat Indonesia sepenuhnya bukan? masihkan Indonesia kita aman dan tentram seperti dulu setelah di setiap daerah selalu ada konflik agama,etnis atau bahkan malah para pemudanya sendiri yang menjadi penerus bangsa terlibat tindak kriminal baik itu narkoba,pencurian,pembunuhan dll. Tapi jika membahas alam Indonesia memang tidak akan ada habisnya kekayaan yang begitu melimpah sampai Belanda menguasai kita selama 3.5 abad lamanya,tapi kali ini kita akan mambahas masalah pangan di Indonesia yang mendapat predikat sebagai negara agraris. Tentu kita tidak asing dengan nama beras “Pandan Wangi” beras asal Cianjur ini begitu terkenal karena aroma dan rasanya. Tapi tahukah kamu bahwa negara kita juga termasuk pengimpor beras terbesar why? katanya kita negara agraris tapi kok beras aja masih kekurangan? Kurang produktifkah petani kita sendiri dalam menghasilkan beras atau tanah kita yang memang sudah tidak ada lahan untuk bertani karena begitu pesatnya pembangunan gedung-gedung sampai lahan bertani semakin sedikit?.

Menurut data dari Worldatlas.com,Rabu (27/1/2015),lima negara terbesar pengimpor beras mempengaruhi presentase 30 persen dari total sikulasi perdagangan beras. Sementara negara lain yang masuk peringkat 10 besar mampu mempengaruhi 50 persen dari total impor beras dunia. Penasaran kan peringkat berapa negara kita nih data nya..
10. Malaysia dengan total volume impor 1 juta ton
9. Senegal dengan total volume impor 1,1 juta ton
8. Irak dengan total volume impor 1,2 juta ton
7. Uni Eropa dengan total volume impor 1,5 juta ton
6. Saudi Arabia dengan total volume impor 15 juta ton
5. Indonesia dengan total volume impor 1,6 juta ton WOW...
4. Iran dengan total volume impor 1,6 juta ton
3. Filiphina dengan total volume impor 1,8 juta ton
2.Nigeria dengan toyal volume impor 3,0 juta ton
1.China dengan total volume impor 4,7 juta ton
(sumber: Liputan6.com)
Nah sekarang udah tau kan peringkat berapa Indonesia, terlepas dari itu termasuk membanggakan atau tidak, Faktanya ketergantugan kita terhadap impor begitu besar lalu pertanyaan yang timbul adalah Mengapa bisa? Kita punya tanah yang subur dan punya sistem bercocok tanam yang panjang sejak zaman nenek moyang dulu dan bahkan negara-negara lain pun banyak yang belajar bercocok tanam dari Indonesia lho..
Lalu mengapa masih bisa kekurangan beras? Apa petani kita kurang produktif? Nampaknya tidak adil jika selamanya kita menyalahkan petani, usaha keras mereka yang mungkin selama ini kita tidak mengetahui bahkan tidak menghargai dengan menyisakan nasi saat makan atau bahkan membuang-buang makanan. Disisi lain dibelahan dunia yang lain orang-orang kelaparan dan bahkan mungkin makanan lebih berharga dari pada emas sekalipun.
Seorang dosen pernah bilang bahwa kenapa banyak Mahasiswa yang lebih memilih mengambil fakultas yang bersifat sosial dibandingkan Fakultas yang bersifat teknik atau Pertanian, mungkin ada benarnya juga petani kita kekurangan sumber ilmu baru tentang bercocok tanam dan teknik bertani yang modern hingga saat ini masih mengandalkan sistem tradisional walaupun sekarang sudah banyak petani kita yang berlalih ke sistem modern semisal jika dahulu untuk membajak sawah dibutuhkan kerbau atau sapi tetapi sekarang sudah ada mesin bajak yang diberikan oleh pemerintah lebih efektif dan efisien kan? Jika dulu untuk menumbuk padi masih menggunakan alu dan butuh proses lama sekarang sudah ada penggiling padi lebih cepat dan hasilnya pun bagus. Perlahan namun pasti Pahlawan pangan kita sudah mulai mengikuti perkembangan zaman mantap kan!. Namun itu masih saja belum cukup untuk  bisa memenuhi kebutuhan pangan nasional butuh suatu metode baru yang dikembangkan dan itu lahir dari generasi bangsanya sendiri ya Mahasiswa.
Mengapa kita masih saja kekurangan beras padahal itu merupakan makanan pokok orang Indonesia? Alokasi dana untuk sektor pertanian dalam APBN terus bertambah termasuk dana desa yang diharapkan mampu membantu kehidupan petani tapi kenapa petani masih hidup miskin. Di tahun 2015 pemerintah mengalokasikan dana desa sebesar Rp.20,8 Triliyun dan di tahun ini pemerintah menaikkan dana desa menjadi Rp. 47 Triliyun jadi setiap desa akan mendapatkan dana sebesar Rp.628,5 juta. BPS mencatat hingga akhir tahun 2014,pendapatan rumah tangga petani atau RTP sebesar Rp.12,41 juta per tahun,sehingga semakin banyak petani alih profesi terutama menadi supir angkutan umum. Jumlah RTP pada tahun 2003 tercatat sekitar 26 juta rumah tangga pada tahun 2014.
(sumber: voaindonesia.com)

Dengan dana begitu besar seharusnya pemerintah pusat dan daerah bisa untuk menambah kesejahteraan petani dengan menambah alat-alat yang lebih modern agar lebih efisien serta melakukan kebijakan ekonomi yang pro petani seperti pengurangan sedikit demi sedikit impor bahkan garam pun sampai harus impor,kita punya laut luas mengapa engga petani kita sendiiri yang diberdayakan dengan anggaran sebanyak itu?.
Lalu apa sumbangsih kita untuk menghargai para Pahlawan pangan di era saat ini,tentu masih ingat kan saat kita kecil dahulu ibu kita sering bilang “dihabiskan ya nasinya nak kan kasihan nanti nasi nya nangis” hmm jadi kangen ibu .. oke balik ke topik sebenernya bukan nasinya yang nangis tetapi itu Cuma kiasan yang diajarkan ibu kita tentang menghargai nasi, karena ada seseorang yang berjuang untuk setiap butir nasi yang ada di meja makan kita jadi mulailah menghargai pahlawan pangan kita dengan tidak membuang-buang makanan.
Yang kedua adalah kita beli beras dari petani lokal soal kualitas engga kalah saing kok semisal jenis Pandan Wangi,Rojo Lele dll dengan kita membeli beras dari petani lokal kita juga turut membantu mereka dalam menjual hasil produksi nya dan juga dari Pemerintah dengan membeli beras tidak dengan harga murah dari petani dan dapat menerapkan kebijakan ekonomi yang pro dengan petani lokal sendiri mengurangi anggaran impor dan menambah anggaran untuk membantu petani lokal dalam produksi berasnya.
Akhir kata kita negara besar dengan penduduk terbesar ke 4 kita mampu mandiri di sektor pangan asalkan kita mau bekerja sama di semua sektor untuk mewujudkannya hingga tidak adanya lagi Masyarakat Indonesia yang mati karena kelaparan atau karena penyakit gizi buruk.
Sekian artikel ini mohon maaf apabila ada kesalahan kritik dan saran yang membangun sangat dibutuhkan penulis kedepannya. Terima kasih Wassalamu’alaikum Wr Wb

Selasa, 08 Maret 2016

Generasi Galau

Assalamu’alaikum Wr Wb cerita kali ini atas request seseorang hehehehe karena lagi buntu cari bahan so semoga bermanfaat ya..!
Aku yakin yang lagi baca ini mayoritas sudah menginjak usia remaja kan, nah pernah engga kalian ingat-ingat gimana perbedaan hubungan kalian sama orang tua saat masih kecil dan sekarang saat sudah remaja ada perubahan kah samakin baik atau semakin malah menjauh ? banyak sih jawaban nya karena sibuk hal ini lah - hal itu lah jadi jarang komunikasi atau malah sibuk sama yang lain? Hmmm ..

Masa remaja adalah masa dimana kita sudah mampu berfikir dengan matang walau terkadang masih terikat ego yang besar merasa mau menang sendiri,merasa paling benar sedunia,masa paling sesuka nya sendiri dan masa paling-paling yang lainnya banyakan kalo dijelasin satu per satu. Perkembangan Remaja dapat dilihat dari beberapa aspek berikut:

1.Perkembangan potensial
Pada aspek ini remaja memiliki potensial atau bakat yang hendak ditunjukkan nya kepada orang lain dan dalam melakukan nya cenderung nekad tanpa rasa takut *namanya juga darah muda* seperti memanjat tebing,olahraga balap,tinju atau berpetualang ke hutan belantara. Membuat kelompok atau perkumpulan untuk bisa mengaktualkan hobi dan potensi yang mereka miliki tadi dan apabila tidak terpenuhi atau terhalang maka mereka mengajukan protes atau malah sampai perlawanan tanpa resiko yang diperhitungkan.

2.Perkembangan emosional
Pada aspek ini emosi remaja mulai berkembang dan cenderung masih belum stabil alias sering galau sama apa yang diputuskannya sendiri. Remaja cenderung mulai merasa ada perasaaan baru yang saat masa kanak-kanak tidak/belum mereka rasakan seperti cemburu,cinta,sedih,sakit hati dan perasaan kesepian.

3.Perkembangan fisik
Saat SD dulu pasti kita pernah belajar biologi perkembangan tumbuh saat usia remaja kan nah jadi udah paham dong gimana?.

4.Perkembangan intelektual
Di era saat ini kecanggihan teknologi turut menyumbang berbagai inovasi-inovasi baru yang banyak dilahirkan oleh remaja. Pemikiran mereka yang mulai megarah pada tujuan atau cita-cita saat dia kecil dulu mulai divisualkan saat ini melalui berbagai bidang sehingga mampu melahirkan karya-karya baik dalam bidang IPTEK maupun olahraga.

5.Perkembangan moral
Remaja yang berkembang selalu berorientasi pada kegiatan-kegiatan yang dapat membangun dirinya dan bisa berguna bagi orang-orang disekitarnya ada perasaan puas apabila ia berhasil mengerjakan tugas dan itu bisa bermanfaat bagi orang banyak apalagi sampai diapresiasi oleh masyarakat secara baik.

Masa remaja adalah sebuah sebuah proses bangkitnya keinginan untuk mendapatkan sesuatu hal yang saat usia kanak-kanak belum bisa didapatnya. Nah permasalahannya adalah remaja kan emosinya masih labil dan ingin semua hal lalu apa yang terjadi adalah segala cara dia lakukan buat dapatkan sesuatu itu dan yang lebih bahaya lagi jika sampai merujuk pada tindakan kriminal dan melanggar hukum wah udah parah kalo sampe level ini..

Elkind dan Postman (dalam Fuhramnn, 1990) menyebutkan tentang fenomena akhir abad 20 yaitu berkembangnya kesamaan perilaku dan harapan terhadap anak-anak dan orang dewasa. Anak-anak masa kini dibanjiri stress akibat perubahan sosial yang begitu cepat dan menuntut mereka untuk bisa ikut dalam perkembangan itu apalagi ditambah harapan orang tua dan masyarakat yang menginginkan mereka melakukan peran dewasa sebelum mereka masak secara pemikiran ataupun emosi dan akhirnya banyak anak-anak sekarang yang malah depresi dan lari ke penyimpangan seperti narkoba dll,lebih lanjut dikatakan bahwa masyarakat era modern saat ini membutuhkan orang yang sangat kompeten dan terampil untuk mengelola teknologi tersebut dan ketidakmampuan remaja dalam mengikuti trend itu berkibat pada rasa kegagalan dan kehilangan kepercayaan diri yang dulu dia bangun saat masih kanak-kanak,lalu siapa yang harus disalahkan dalam hal ini? kalo ngomong salah-salahan pasti mau menangnya semua kan jadi lebih baik introspeksi diri sediri aja deh.

Semua orang tua tentu ingin anak nya menjadi lebih dari orang tua nya saat ini ya hidup terus berkembang dan tidak stag ditempat dong tapi dilain sisi ada hak anak yang juga ingin diperhatikan oleh orang tua seperti bakat pada bidang musik,olahraga atau sains. Tapi terkadang orang tua ingin sesuatu yang berbeda dari anak dan inilah pokok awal timbulnya konflik orang tua dan anak. Jadi kedua-duanya sama-sama hanya mengandalkan ego si anak ingin mengembangkan bakat dan hobinya sedangkan orag tua ingin anaknya punya masa depan yang terjamin,sebenarnya masalah klasik ini hanya butuh satu penyelesainan yaitu KOMUNIKASI DUA ARAH. Kenapa? karena konflik ini timbul dari rasa ego dan kepentingan masing-masing andaikan orang tua mau memperhatikan yang menjadi bakat dan hobi dan juga mengarahkan nya ke hal yang baik maka tentu masa depan nya juga akan baik dan disisi anak harus juga paham apa tugasnya sebagai anak dan paham maksud tujuan dari orang tua. Jadi istilah kasarnya tau diri lah apa kontribusi yang bisa dia hasilkan dari bakat dan hobi itu untuk masa depannya nanti.

Jika semua ingin menjadi Manager lalu siapa yang menjadi pekerjanya?

Ada sebuah analogi dari secangkir kopi.  Dalam sebuah acara reuni beberapa alumni berkunjung ke rumah guru sekolah mereka dulu,melihat para alumni sibuk membicarakan kesuksesaan mereka masing masing sang guru tersebut ke dapur mengambil seteko kopi dan beberapa cangkir. Mulai dari cangkir yang terbuat dari kristal,kaca,melamin dan plastik. Guru menyuruh para alumni untuk mengambil cangkir dan mengisinya dengan kopi tadi. Setelah alumni-alumni itu mengambil cangkir semua sekarang hanya tersisa cangkir yang murah, sang guru berkata “Perhatikanlah bahwa kalian semua memilih cangkir yang bagus dan kini yang tersisa hanya cangkir yang murah dan tidak menarik”. Memilih hal yang terbaik adalah wajar dan manusiawi semua ingin yang terbaik namun persoalannya adalah jika kita tidak mendapat yang terbaik itu maka perasaan iri dan melihat milik orang lain dan mulai membandingkan dengan milik sendiri itulah yang salah. Pikiran kita akan terfokus pada cangkir tadi bukan pada isinya,padahal yang dinikmati adalah kopi kan bukan cangkirnya.

Seperti analogi diatas jika diibaratkan cangkir adalah pekerjaan,jabatan,dan harta benda sedangkan kopi adalah hidup kita pesan moralnya adalah “jangan pernah membiarkan  cangkir mempengaruhi kopi yang kita nikmati. Cangkir bukanlah yang utama,kualitas kopi itulah yang terpenting”. Jangan berfikir bahwa kekayaan yang melimpah,jabatan yang tinggi akan menjadi jaminan kebahagiaan. Kualitas hidup ditentukan oleh "apa yang ada didalam" bukan “apa yang terlihat diluar".

Buat apa kita memiliki segalanya tapi dilain hal tidak bisa merasakan kebahagiaan dan malah menjadi tidak tenang seperti koruptor yang punya banyak uang tapi setiap hari selalu was-was apabila ditangkap,sama saja seperti minum kopi basi yang disajikan di cangkir kristal dan mahal.

Kunci menikmati kopi adalah bukan dari seberapa bagus kualitas cangkirnya tapi seberapa bagus kualitas kopinya.

Semoga bisa bermanfaat dan terima kasih buat Susi Setiawati atas ide nya hehehe
Wassalamu’alaikum Wr Wb